Kiat-kiat Lulus RHCSA 8 Exam (EX200)

Red Hat Certified System Administrator (RHCSA) Exam merupakan salah satu ujian sertifikasi dari Red Hat yang menguji pengetahuan terkait administrasi sistem umum dari produk Red Hat yaitu Red Hat Enterprise Linux yang diterapkan di berbagai lingkungan dan skenario. Profesional Teknologi Informasi (TI) yang memiliki sertifikasi RHCSA memiliki keahlian dan pengetahuan untuk menyelesaikan tugas-tugas berikut:

  1. Understand and use essential tools for handling files, directories, command-line environments, and documentation.
  2. Create simple shell scripts.
  3. Operate running systems, including booting into different run levels, identifying processes, starting and stopping virtual machines, and controlling services.
  4. Configure local storage using partitions and logical volumes.
  5. Create and configure file systems and file system attributes, such as permissions, encryption, access control lists, and network file systems.
  6. Deploy, configure, and maintain systems, including software installation, update, and core services.
  7. Manage users and groups.
  8. Manage security, including basic firewall and SELinux configuration.
  9. Perform basic container management.

Pada hari Selasa, 1 Juni 2021 lalu, penulis berkesempatan mengikuti ujian RHCSA tersebut yang dilakukan secara remote exam. Ujiannya berlangsung selama 3 jam yaitu mulai dari 09:00-12:00 WITA. Penulis menggunakan ruang server kampus Universitas Bumigora sebagai lokasi ujian dan sengaja memilih waktu ujian di hari libur nasional untuk meminimalisir gangguan dari aktivitas pekerjaan kantor. Selain itu agar bandwidth koneksi Internet kampus dapat dialokasikan dengan maksimal guna mendukung pelaksanaan ujian tersebut.
Satu jam setelah pelaksanaan, penulis telah memperoleh informasi hasil ujian melalui email. Puji syukur pada Yang Maha Kuasa, penulis berhasil lulus. Ketentuan untuk lulus ujian RHCSA adalah memperoleh nilai skor minimal 210 dari 300.

Berdasarkan pengalaman penulis dalam mempersiapkan diri dan mengikuti ujian tersebut maka terdapat beberapa kiat yang dapat rekan-rekan ikuti sehingga berhasil lulus pada ujian RHCSA, meliputi:

  1. Mengetahui dan memahami objektif dari ujian RHCSA.
    Kandidat yang akan mengikuti ujian RHCSA diharapkan mampu menyelesaikan tugas tanpa bantuan untuk 10 (sepuluh) kategori objektif, antara lain:

    • Understand and use essential tools
    • Create simple shell scripts
    • Operate running systems
    • Configure local storage
    • Create and configure file systems
    • Manage basic networking
    • Manage users and groups
    • Manage security
    • Manage containers

    Informasi detail terkait objektif ujian RHCSA dapat diperoleh melalui situs Red Hat di alamat berikut: https://www.redhat.com/en/services/training/ex200-red-hat-certified-system-administrator-rhcsa-exam?=Objectives

  2. Mempersiapkan referensi belajar yang mencakup keseluruhan objektif.
    Rekan-rekan dapat menggunakan referensi apapun yang mencakup ke sepuluh objektif dari ujian RHCSA. Namun sebagai informasi, terdapat 3 (tiga) referensi yang penulis gunakan yaitu Student Workbook (ROLE) Red Hat Enterprise Linux 8.0 RH124 Red Hat System Administration I Edition 1 dan Student Workbook (ROLE) Red Hat Enterprise Linux 8.0 RH134 Red Hat System Administration II Edition 1 serta Student Workbook (ROLE) Red Hat Enterprise Linux 8.2 RHCSA650E RHCSA Running Containers Edition 1.

    Penulis memperoleh referensi tersebut ketika mewakili Universitas Bumigora mengikuti pelatihan online Red Hat System Administration I (RH124) dan Red Hat System Administration II (RH134) pada 15-25 Juni 2020 lalu. Pelatihan tersebut merupakan Training The Trainer (TTT) bagi instruktur Red Hat Academy.
  3. Menjadwalkan ujian RHCSA.
    Dengan menjadwalkan ujian RHCSA di awal maka rekan-rekan akan lebih serius untuk mengatur waktu dalam mempersiapkan diri guna menghadapi ujian.
  4. Membuat home lab untuk mendukung proses belajar.
    Format ujian RHCSA adalah praktik langsung (hands-on) sehingga disarankan membangun lab pribadi di rumah untuk mendukung proses belajar. Lab dapat dibangun menggunakan satu unit komputer (laptop) dengan spesifikasi memori minimal 8 GB yang didalamnya diinstalasi perangkat lunak virtualisasi atau hypervisor seperti Virtual Box atau VMWare Workstation. Selain itu diperlukan file ISO Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 8 yang dapat diunduh dari situs Red Hat dan koneksi Internet untuk menyelesaikan praktik materi lab yang membutuhkan pengunduhan paket-paket dari repository di Internet. Lakukan instalasi RHEL 8 pada hypervisor yang digunakan dengan mengikuti langkah-langkah pada sumber referensi yang digunakan. Sebagai informasi penulis menggunakan RHEL 8 yang diinstalasi pada hypervisor VMWare Workstation 16 Pro .

    Selain itu penulis juga menggunakan Open Virtual Appliance (OVA) RH199.ova sebagai media praktikum atau lab yang diinstalasi pada VMWare Workstation 16 Player. OVA tersebut penulis peroleh ketika mengikuti TTT Red Hat Academy.
  5. Belajar dengan penekanan pada praktik atau lab.
    Meluangkan waktu setiap harinya untuk mempelajari materi pada objektif dari RHCSA menggunakan referensi yang digunakan, sebagai contoh 2-3 chapter per hari. Pilih waktu belajar yang sesuai dengan kenyamanan rekan-rekan. Perbanyak melakukan latihan praktik atau lab untuk memperdalam pemahaman terkait teori yang terdapat pada referensi yang digunakan.
  6. Meninjau (review) materi.
    Meninjau atau mengulang kembali materi yang telah dipelajari sehingga menjadi lebih paham dan melatih kecepatan penyelesaian. Sebagai informasi penulis meluangkan waktu untuk belajar dan mengulang kembali materi yang ada selama 1 (satu) bulan yaitu di bulan Mei 2021, sebelum jadwal ujian RHCSA pada 1 Juni 2021. Setiap harinya penulis meluangkan waktu untuk dapat mempelajari 2-3 chapter dari student workbook. Seminggu sebelum ujian RHCSA, penulis secara intensif mengulang kembali bagian lab dari referensi yang digunakan sehingga menyegarkan ingatan dan pemahaman terkait lab yang ada.
  7. Mencari contoh-contoh practice exam RHCSA di Internet.
    Terdapat cukup banyak contoh-contoh practice exam terkait RHCSA di Internet yang dapat membantu mengukur pemahaman terkait materi yang telah dipelajari. Salah satu yang penulis gunakan adalah Youtube Channel  Computer, Security & Gadgets yang dapat diakses di alamat https://www.youtube.com/c/ComputersSecurityGadgets.
  8. Mempersiapkan kebutuhan Red Hat Remote Exam.

    • Mengunduh remote exam live environment ISO. File ISO dapat diunduh di alamat berikut:
      https://static.redhat.com/downloads/training-certification/rhrexboot.iso
    • Mengunduh instruksi penggunaan dari live environment ISO di alamat berikut:
      https://www.redhat.com/rhdc/managed-files/tr-remote-exams-preparation-ebook-f27382-202103-en_1.pdf
    • Membuat remote exam bootable live USB menggunakan Fedora Media Writer yang dapat diunduh melalui alamat berikut: https://getfedora.org/fmw/FedoraMediaWriter-win32-latest.exe
    • Tancapkan flashdisk dan jalankan aplikasi Fedora Media Writer serta burn ISO remote exam ke flashdisk tersebut.
    • Reboot komputer agar booting menggunakan Remote Exam Bootable Live USB yang telah dibuat sebelumnya.
    • Muncul notifikasi untuk melepas flashdisk.
    • Komputer melakukan boot kembali dan menampilkan konfigurasi pengaturan koneksi Internet dan hardware komputer lainnya seperti volume untuk sound dan pengujian kualitas suaranya. Pastikan Network Interface sudah OK dengan memverifikasi pengalamatan IP dan gateway serta DNS sudah diperoleh. Tutup kotak dialog konfigurasi.
    • Login ke remote exam live environment menggunakan redhat.com login ID dan password. Setelah otentikasi berhasil dilakukan maka rekan-rekan akan dapat mengakses “compatibility check“.
    • Selanjutnya akan muncul tampilan option-option terkait compatibility check.
  9. Memverifikasi kondisi sumber daya pendukung ujian sebelum jadwal ujian.
    Lakukan verifikasi terkait sumber daya pendukung ujian 2-3 hari sebelum jadwal ujian. Sumber daya yang memerlukan verifikasi seperti laptop, kamera baik internal laptop maupun eksternal, kualitas koneksi Internet terkait bandwidth upload dan download yang dimiliki serta menguji sistem remote exam-nya. Pastikan kondisinya baik.
  10. Beristirahat yang cukup sebelum jadwal ujian.
    Istirahat yang cukup sehari sebelum jadwal ujian akan membuat rekan-rekan lebih tenang dalam menghadapi ujian.
  11. Berdoa untuk ketenangan dan kelancaran ketika jadwal ujian.
  12. Mempersiapkan lebih awal sumber daya pendukung ujian ketika jadwal ujian.
    Lakukan pengecekan kembali sumber daya seperti laptop, kamera baik internal dan eksternal, koneksi jaringan dan konektivitas terkait sistem remote exam-nya. Selain itu persiapkan ID Card atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang akan diverifikasi oleh proctor sebelum memulai ujian dan nomor telepon yang akan dihubungi oleh proctor apabila terdapat gangguan ketika ujian. Jika memungkinkan mempersiapkan tripod untuk kamera sehingga mempermudah ketika proctor memverifikasi kondisi ruang secara 360 derajat dan memposisikan kamera sesuai ketentuan proctor selama ujian berlangsung.
  13. Manajemen waktu dengan baik ketika ujian.
    Waktu 3 (tiga) jam yang diberikan terasa sangat cepat. Awali dengan membaca keseluruhan soal dan memahami dengan baik apa yang diminta oleh soal tersebut. Kerjakan mulai dari soal yang solusinya dapat diselesaikan.
  14. Membuat batasan waktu penyelesaian per soal.
    Jumlah soal yang harus diselesaikan cukup banyak sehingga perlu dilakukan alokasi waktu penyelesaian per soal tersebut, sebagai contoh 10 menit. Ketika waktu tersebut telah terlampaui dan belum terselesaikan maka lakukan perpindahan untuk penyelesaian soal lainnya. Hal ini bertujuan agar waktu yang ada tidak habis untuk penyelesaian satu soal saja. Setelah soal lainnya berhasil terselesaikan maka dapat kembali mencoba mengerjakan solusi soal yang belum terselesaikan tersebut.
  15. Memverifikasi jawaban soal ujian.
    Lakukan verifikasi jawaban dari setiap pertanyaan segera setelah solusi tersebut diselesaikan. Terkadang apa instruksi atau perintah penyelesaian yang kita pikirkan, berbeda atau tidak sesuai dengan yang kita ketik atau eksekusi di terminal.  Melalui verifikasi akan dapat meminimalisir ketidaksesuaian atau kesalahan.
  16. Konfirmasi ke proctor saat mengalami permasalahan atau ketika telah selesai atau waktu ujian telah habis.
    Penulis sengaja menghabiskan waktu selama 3 (tiga) jam agar dapat memverifikasi kembali keseluruhan solusi soal yang telah berhasil dikerjakan sehingga meminimalisir kesalahan. Menginformasikan ke proctor ketika mengalami kendala selama menjalani ujian. Apabila ujian telah selesai atau waktu ujian telah habis maka  konfirmasi ke proctor  sehingga ujian dinyatakan telah berakhir.
  17. Menunggu hasil ujian.
    Pada akhirnya hasil akhir berserah pada Yang Maha Kuasa. Yang paling utama, rekan-rekan telah berusaha mempersiapkan diri dengan baik dan menyelesaikan ujiannya dengan usaha paling maksimal. Hasil tidak akan mengkhianati proses.

Demikian kiat-kiat yang dapat penulis sharing. Semoga bermanfaat. Apabila terdapat pertanyaan, silakan mengomentari artikel ini. Semoga sukses bagi rekan-rekan yang akan mengikuti RHCSA Exam. Terimakasih.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.